Rabu, 28 Juli 2010

Si Dia Tak Juga MelamarDitilik dari ukuran waktu, Anda dan si dia sudah menjalin hubungan cukup lama. Gerah juga mendengar pertanyaan orang sekitar soal rencana menikah.

Obrolan soal pernikahan bisa jadi topik yang sensitif. Kalau salah cara dan waktu penyampaiannya, bukan tak mungkin rencana pernikahan semakin jauh atau batal sama sekali.

"Jika Anda telah bersama-sama untuk sekian lama dan dia tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan melamar, maka Anda benar-benar harus berbincang serius untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan," kata terapis hubungan Krista Bloom PhD, penulis The Ultimate Compatibility Quiz.

Berikut trik membicarakan topik pernikahan, seperti diulas Cosmopolitan.

Waktu yang tepat
Setiap pasangan merangkai kisah cintanya dengan cara yang berbeda. Jadi, tidak ada aturan yang mengatakan Anda harus mendiskusikan pernikahan setelah rentang hubungan sekian lama.

Hanya kebanyakan, pasangan yang menjalin hubungan selama 4-5 bulan, belum memikirkan pernikahan. Bagi mereka, ini adalah waktu untuk saling mengenal.

"Setelah Anda berada dalam hubungan serius selama setahun, adalah masuk akal untuk membicarakan masa depan Anda berdua," kata Bloom.

Bagaimana menyampaikannya
Jika Anda tidak hati-hati, ultimatum segera dilamar bisa menjadi ancaman menakutkan untuk si dia. Untuk menghindari reaksi negatifnya, bicarakanlah dengan tegas tapi tetap tenang.

Cara terbaik untuk memastikan Anda akan mengatakannya dengan rileks adalah saat Anda semakin sering memikirkan pernikahan. "Jika Anda memendamnya sampai perasaan terasa ”mendidih”, Anda pasti terdengar tidak sabar yang mungkin membuatnya berhenti mendengarkan ocehan Anda," kata Anthony Riche PhD, penulis Finally! How to Stop Dating Losers Forever.

Anda bisa memilih waktu yang santai, misal saat kencan makan malam di restoran yang tenang. Kemudian, katakan dengan lugas.

"Pria tidak bisa memahami petunjuk dengan baik. Jadi, mengatakan lugas padanya apa yang Anda inginkan pasti akan menuai hasil terbaik," kata Bloom.

Katakan padanya Anda membayangkannya menjadi suami Anda dan ingin tahu apakah dia juga memiliki angan serupa. Atau coba dengan kalimat, "Aku bahagia bersamamu dan ingin menapaki hubungan kita lebih jauh. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?".

Resapi dan ambil langkah selanjutnya
Usaha Anda ternyata belum berbuah manis. Lantas, apa yang akan Anda lakukan? Anda butuh waktu untuk meresapi semuanya, mungkin saja ide pernikahan belum terpikirkan olehnya.

"Beri dia waktu beberapa minggu untuk berpikir soal pernikahan," kata Riche.

Coba sepakati waktu untuk ngobrol lebih lanjut soal pernikahan. Dan, jangan membahasnya di luar waktu yang telah disepakati berdua karena bisa jadi, si dia belum siap.

Sekali ia membuat keputusan, terserah kepada Anda mau membawa hubungan ke arah mana. "Anda tidak bisa memaksanya. Jika dia benar-benar tidak siap, Anda harus memutuskan apakah ingin menunggu atau putus darinya," kata Bloom.


EmoticonEmoticon