Jumat, 22 Januari 2010

Gairah di RanjangPertengkaran ternyata tak hanya sebatas adu mulut yang menguras tenaga, dan membuat darah serta hati mendidih. Lebih dari itu, perdebatan memberikan dampak positif untuk gairah di ranjang. Benarkah?

Sex after war, bercinta usai bertengkar hebat, ternyata memiliki kenikmatan tersendiri. Pasalnya, hormon yang dihasilkan saat sanggama atau yang dikenal hormon oksitosin dapat membantu meredakan ketegangan di antara pasangan suami istri.
Meskipun sebuah pertengkaran terlihat tidak ada manfaatnya, namun nyatanya, aksi ini bisa menyehatkan hubungan serta ikatan emosional pasangan suami istri (pasutri).

"Bercinta setelah bertengkar dapat membantu menempatkan Anda dalam suasana hati yang jauh lebih pemaaf," jelas terapis di bidang hubungan seksual di New York Ian Kerner PhD.

Kerner juga berpendapat, bahwa kegiatan ini merupakan resep untuk menebus kata maaf yang biasanya sulit untuk diutarakan oleh pasutri usai bertengkar.

"Hubungan seks adalah suatu bentuk permintaan maaf dalam dirinya sendiri. Ini adalah sarana fisik untuk menyatakan bahwa Anda mengasihi satu sama lain dan ingin memperbaiki keadaan," imbuh Kerner.

Meski begitu, sehebat apapun aksi ranjang yang dilakukan ketika usai bertengkar, ini belum bisa

menyelesaikan masalah yang sesungguhnya. Sehingga, Kerner merekomendasikan untuk segera tidur setelah bercinta, dan membicarakan lebih lanjut permasalahan keesokan harinya.

Hal itu dilakukan karena kemungkinan saat pagi hari kepala Anda berdua lebih dingin, dan dapat melihat dengan jelas letak permasalahan dari segala sudut pandang.

Saat itu, Anda dapat merangkul pasangan untuk membicarakan masalah lebih tenang. Lalu, ungkapkan apa yang mengganjal di hati. Baru mengakhiri dengan menciumnya penuh kelembutan dan kehangatan.

Dijamin, masalah pun bisa diselesaikan dengan baik dan penuh kedamaian. Apalagi, ditambah aksi ranjang panas yang bisa menambah gelora bercinta.


EmoticonEmoticon