Jumat, 30 April 2010

Tak Akan Lari Jodoh DikejarSaat mendambakan pasangan, seorang lajang mungkin bertanya-tanya di mana akan bertemu cinta sejati atau pasangan hidup. Di tempat kerja, sekolah, mal, bioskop, atau perlu jasa 'mak comblang'?

Sebuah studi yang dilakukan Match.com terhadap 11 ribu orang mengungkap, mayoritas pasangan dipertemukan di sekolah atau tempat kerja. Banyak juga pasangan yang dipertemukan melalui bantuan 'mak comblang'.

Sebagian lagi mengatakan bertemu dengan pasangan hidupnya di tengah perjalanan saat pulang kantor atau selesai sekolah. Proses-proses semacam ini dianggap sebagai cara paling konvensional bertemu pasangan hidup.

Perkembangan teknologi internet dewasa ini memicu perubahan gaya komunikasi. Cara pertemuan konvensional pun mulai bergeser ke arena dunia maya. Terbukti dengan hasil survei yang menyebut satu dari setiap enam responden mengawali kencan dengan pasangan hidup lewat dunia maya.

Survei juga mengungkap, satu dari lima orang mengatakan sedang memiliki kekasih yang ditemuinya di situs jejaring sosial. Mayoritas responden sepakat bahwa berbagai kemudahan teknologi di dunia maya seperti webcam dan situs jejaring sosial mempermudah menemukan jodoh. Hasil survei menunjukkan banyak lajang yang menikmati kemudahan memulai dan menjalin hubungan dengan lawan jenis.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan, teknologi internet seringkali menjadi bumerang bagi keharmonisan sejumlah pasangan. Maka, penting mendiskusikan batasan privasi dalam mengakses situs jejaring sosial dengan pasangan. Sebaiknya membuat kesepakatan untuk menghargai ruang pribadi masing-masing.

Semua tempat memiliki potensi untuk bertemu pasangan hidup. Seperti peribahasa bilang: Tak akan lari jodoh dikejar.


EmoticonEmoticon