Rabu, 24 Februari 2010

Wanita Sering Stres Dengar Sahabatnya MenikahSetiap orang pasti senang melihat sahabatnya bahagia. Namun nyatanya, wanita lebih sering stres mendengar sahabatnya menikah.

Pengalaman itu yang dialami 77 persen wanita di Amerika. Mereka mengaku stres mendengar kabar sahabatnya akan menikah.

”Mereka khawatir menjadi yang terakhir sampai di pelaminan,” jelas Erin Torneo dan Valerie Krause, penulis buku ”The Bridal Wave”.

Erin dan Valerie menjelaskan, tidak seharusnya wanita sedih mendengar sahabatnya menikah. Pasalnya, cepat atau lambat wanita juga menikah.

Untuk itulah, lanjut mereka, wanita harus bisa melihat sisi positif dari permasalah tersebut. Menurut mereka, hidup bukanlah sebuah surat kabar yang punya batas akhir mutlak. Tapi cobalah memberi diri Anda sendiri sedikit kelonggaran untuk menentukan pilihan.

”Mungkin dulu semasa SMA ingin menikah di usia 26 tahun. Tapi jika sang pangeran masih belum datang, tak berarti pria di depan mata langsung jadi pertimbangan sebagai calon suami,” jelasnya.

Dalam bukunya tersebut, mereka memberikan ulasan bahwa pernikahan bukan layaknya sebuah balapan. Menurut mereka, Anda dan teman-teman tak sedang lari maraton atau berlomba untuk jadi yang pertama sampai ke garis akhir. Di sini tak dicari pemenang atau yang terbaik.

”Alihkan jiwa kompetitif tadi ke hal yang lebih positif, karena iri hati hanya membuat pusing. Nikmati hidup selagi bisa,” saran mereka.

Erin dan Valerie kembali mengingatkan, menikah bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari segalanya. Untuk itulah, wanita harus mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk melepas status lajang.

”Coba saja Anda tanyakan mereka yang pernah bercerai. Apakah pernah terbersit di benak mereka untuk berpisah dengan mantan pasangan setelah menikah? Tentu tidak,” tandasnya.


EmoticonEmoticon