Hot!

Other News

More news for your entertainment
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Nama Saya Al Ghazali, Tidak Mungkin Pilih Ahok

Al Ghazali tidak pilih ahok
Al Ghazali
Putra pertama artis musik Ahmad Dhani, Ahmad Al Ghazali (18), membantah bahwa dirinya akan memilih Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada 2017 mendatang.

Dalam jumpa pers di kediaman Dhani, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2016) malam, Al sengaja berpose sambil memegang secarik kertas bertuliskan, "Nama saya... Al Ghazali TIDAK Mungkin PILIH AHOK!".

Al sengaja berfoto demikian untuk mengklarifikasi foto rekayasa yang beredar pada Sabtu (12/3/2016) di media sosial yang bertuliskan, "Saya anak Ahmad Dhani, saya pilih Ahok."

Ternyata foto itu merupakan hasil rekayasa. Fotografer Rushel Ambarita dari Kapanlagi.com memastikan bahwa foto itu tidak asli

Cara Cepat Korut Produksi Film, Culik Sutradara

Film Korea

Korut Produksi Film

Kisah Pembuatan Film dan tentang seorang sutradara dan aktris terkenal yang diculik oleh Korea Utara dan dipaksa untuk membuat film untuk Kim Jong-il yang penggila film terdengar sangat aneh dan tidak masuk di akal.

Tindakan itu tampaknya merupakan sebuah solusi yang sederhana: Korut membutuhkan orang-orang piawai dan negara-negara lain memiliki kemampuan yang tidak dimiliki warganya, jadi mengapa tidak menculik orang-orang berbakat di bidangnya?

Sebagai contoh, pada tahun 1977, seorang pianis kawakan dari Korea Selatan disewa oleh seorang penggemar misterius untuk sebuah pertunjukan pribadi di sebuah villa terpencil di luar Zagreb.

Ia kabur setelah mencurigai adanya jejak pesawat Korut di bandara dan mendengar percakapan dengan aksen Korut saat dia pulang ke rumahnya.

Kejadian serupa menimpa pasangan suami istri asal Korsel yang dipaksa membuat film selama delapan tahun di Korea Utara sebelum akhirnya mereka kabur.

Namun nasib sutradara film paling terkenal di Korea Selatan dan istrinya yang juga merupakan artis tidak begitu beruntung. Shin Sang-ok dan istrinya Choe Eun-hui diculik di Hong Kong oleh agen-agen Korut yang dikirim Kim Jong-il jauh sebelum ia mewarisi kekuasaan dari sang ayah Kim IL Sung.

Kim Jong-il merupakan seorang penggemar dan pengamat setia film-film besar Hollywood - menyukai film Rambo pertama, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Elizabeth Taylor dan film James Bond yang menginspirasinya untuk melakukan operasi rahasia.

Para diplomat Korut yang bertugas di negara-negara barat diperintahkan untuk mengamankan salinan film-film besar itu untuk dia dan kemudian ditonton di Pyongyang.
Tapi Kim Jong-il menginginkan sesuatu yang lebih. Dia ingin melihat industri film Korut bersaing di panggung internasional. Dia ingin menjadi produser film yang memenangkan piala di sejumlah festival film-film besar dunia.

Jawabannya jelas, paling tidak dia harus menculik pasangan pembuat film paling terkenal di Korea Selatan dan memaksa mereka untuk membuat film yang akan membuat dunia kagum. Itu adalah sebuah modus operandi dari film James Bond yang sangat disukai oleh Kim Jong-il.

Aktris Choi Eun-hee yang pertama diculik. Pada tahun 1977, ketika karirnya sedang menurun, dia didekati oleh seseorang yang menyamar sebagai pengusaha Hong Kong dengan iming-iming menjadi sutradara dan mendirikan rumah produksi film yang akan menghidupkan lagi kekayaannya.

Dalam sebuah buku yang berjudul A Kim Jong-il Production, dia dibujuk untuk pergi ke Hong Kong dan kemudian bertemu di salah satu pulau.

Dalam perjalanan ke pulau itu, mobil yang ditumpangi Choi dan agen Korea Utara yang menyertainya berhenti di Teluk Repulse. Ketika ia keluar, sekelompok orang di dekat perahu motor menarik Choi Eun-hee dan kemudian membiusnya.

Lalu dalam buku itu tertulis bahwa, "Dia tidak bisa melihat apa-apa, dan merasa ada seseorang yang mengangkat tubuhnya lalu menyuntiknya, dan ketika dia terbangun, dia sudah berada di kabin kapal pengangkut barang. Lalu dia melihat potret Kim IL-sung yang sedang tersenyum padanya. "

Delapan hari kemudian dia sudah berada di sebuah villa mewah yang terus-menerus dijaga di Pyongyang.

Meskipun telah bercerai, Shin Sang-ok dan mantan istrinya itu tetap dekat, Shin Sang-ok yang mengkhawatirkan nasib pasangannya langsung terbang ke Hong Kong.

Giliran dia yang jadi korban penculikan. Agen Korut mendorongnya ke mobil yang telah menunggu, melempar tas ke kepalanya, dan membawanya, dalam kondisi terbungkus plastik, ke Pyongyang.

"Seseorang tiba-tiba memasukkan kepalaku dalam karung. Aku tak bisa melihat sama sekali, bahkan bernafas pun sulit," kata Shin.
Keduanya dipenjara secara terpisah dan Shin Sang-ok ditahan selama empat tahun di penjara karena dia menolak untuk bekerja sama. Namun mereka akhirnya dipertemukan setelah Shin menyerah.

Belakangan, beberapa kalangan berpendapat buku itu tidak menceritakan kisah mereka yang membelot ke Korut karena karir mereka menurun di Korsel. Namun, Paulus Fischer, penulis A Kim Jong-il Production, meyakini mereka menolak dan enggan bekerja sama dengan rezim Pyongyang.

"Selama lima tahun mereka bekerja, membuat film untuk kelangsungan hidup mereka di Korut, Shin Sang-ok, sutradara asal Korsel bekerja sama dengan Kim Jong-Il untuk memproduksi banyak film untuk Korea Utara. Salah satunya adalah film yang berjudul Pulgasari, film tentang Godzilla, lengkap dengan pesan propaganda," katanya.
Setelah delapan tahun pasangan ini diperdaya Kim Jong-il, akhirnya pada tahun 1986, pasangan tersebut diizinkan ke luar negeri untuk menghadiri festival film di Wina. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk kabur. Shin dan istrinya meminta suaka ke Kedubes AS di Austria.

Meskipun mereka menegaskan bahwa mereka adalah tawanan, mereka masih meminta maaf kepada Kim Jong-il karena telah mengelabuinya. Shin meninggal pada tahun 2006 saat tinggal di Seoul.

Penculikan Diakui

Korut mengaku telah menculik beberapa warga Jepang-Tokyo dan Pyongyang kemudian mengadakan pembicaraan atas masalah ini tahun lalu.

Negara itu membenarkan bahwa pihaknya telah menculik 13 orang di tahun 70 dan 80-an. Lima orang di antaranya telah kembali ke Jepang pada tahun 2002, tetapi Pyongyang mengatakan delapan lainnya meninggal, meskipun Jepang tidak mempercayainya.
Prof Andre Lankov dari Universitas Kookmin di Korea Selatan mengatakan hampir 500 orang dari Korea Selatan telah diculik.

"Sebagian besar dari mereka adalah nelayan yang kurang berhati-hati mendekati kawasan pantai Korea Utara, namun jumlah ini juga mencakup sejumlah korban dari operasi rahasia," katanya.

"Sebuah contoh yang baik adalah kasus dari lima siswa sekolah menengah Korsel yang menghilang di pantai pada tahun 1977 dan 1978. Mereka diyakini telah meninggal selama dua dekade, tetapi pada tahun 1990-an mereka ditemukan bekerja di Korut sebagai instruktur, mengajar dasar-dasar gaya hidup Korsel untuk menyamar dalam operasi yang dilakukan Korut," ujar dia.

Dia mengatakan para korban penculikan itu sebagian besar remaja. Mereka dilatih menjadi guru bahasa dan mata-mata.

"Pendekatan yang sederhana: Anda tidak memiliki cukup pengajar bahasa asing, Anda bisa menculik seorang guru bahasa. Anda memiliki masalah dengan film, Anda bisa menculik seorang produser dan sutradara," lanjutnya.

Para pemimpin Korut seringkali dianggap sebagai pemimpin yang kejam dan diktator, namun, ayah dan kakek Kim Jong-un masih menyempatkan diri menulis cerita untuk anak-anak di sela-sela instruksinya untuk pengembangan senjata nuklir dan kamp-kamp penjara.

Leonardo DiCaprio dengan Tips Jalan Menuju Sukses

Leonardo DiCaprio

Leonardo DiCaprio

Leonardo DiCaprio, Penonton TV tahun 1990-an tentu masih ingat dengan sosok Luke dalam film seri TV Growing Pains. Pada film seri komedi ini, Leonardo DiCaprio ( Luke ) diceritakan sebagai anak gelandangan dari keluarga tidak harmonis, kemudian diangkat anak oleh keluarga Jason Seaver.

Luke digambarkan sebagai sosok remaja nakal karena latar belakang keluarganya, tetapi cerdas. Sosok ini sangat pantas diperankan DiCaprio. Sosok Luke yang masuk belakangan di seri ini segera merebut posisi sentral.

Pada masa remajanya, DiCaprio banyak memerankan tokoh di film layar lebar, seperti dalam Romeo & Juliet, Basketball Diaries, dan The Quick and The Dead. Lalu, ia menjadi lebih tenar melalui film Titanic yang disutradarai oleh James Cameron.

Film Titanic meraih 14 nominasi Oscar, termasuk yang terbanyak dalam sejarah perfilman, dan memenangi 11 di antaranya. Tragisnya, DiCaprio yang menjadi pemeran utama pria sama sekali tidak masuk nominasi.
Sejak itu, DiCaprio tampil di banyak film, hampir semuanya bagus. Ia memerankan begitu banyak tokoh, dengan karakter yang sangat kuat. Setiap tahun, sepertinya ia menunggu penuh harap untuk meraih Oscar. Ada 5 kali ia dinominasikan, tetapi baru tahun 2016 ini ia meraihnya.
Perjalanan meraih Oscar bagi DiCaprio adalah perjalanan amat panjang. Bila dihitung dari peran pertamanya dalam film bagus, yaitu Titanic, ia menunggu selama 19 tahun.

Dari sisi umur, ia meraihnya pada usia 42 tahun, cukup tua, mengingat bahwa ia telah berkarier sejak belia. Bandingkan dengan Tom Hanks yang meraihnya pada usia 35 tahun. Namun, ia tidak menyerah, dan akhirnya sukses mendapatkan Oscar.

Sukses adalah sebuah perjalanan untuk menuju atau meraih sesuatu. Sukses adalah cerita sejarah hidup seseorang. Sukses itu unik, ia punya pola yang khas, yang tidak sama bagi setiap orang.
Kita sering merasa tertekan ketika melihat orang lain sukses. Kawan-kawan kita sudah jadi ini itu, kita masih begini saja. Si A sudah meraih anu pada usia sekian, saya sudah umur segini belum apa-apa.

Kita merasa hidup kita adalah persaingan kita dengan orang lain, dan kita adalah pecundang dalam persaingan itu.
Cerita sukses DiCaprio mengajarkan pada kita bahwa seseorang dengan modal hebat pun perlu merangkak sangat lama untuk meraih sukses. Tidak cuma itu. Ia mengajarkan bahwa sukses itu adalah perjalanan yang bisa dinikmati pada setiap titiknya.

Namun, usaha untuk meraih impian tidak boleh redup oleh kenikmatan ataupun kesusahan sepanjang perjalanan.

DiCaprio sudah melalui banyak anak tangga sukses sebelum ia meraih Oscar pertamanya. Selain 5 nominasi Oscar, ia memenangi begitu banyak penghargaan lain.

Tentu saja tak boleh kita lupakan bahwa ia mendapat sangat banyak uang dari setiap perannya dalam film. Boleh dikata, setiap langkahnya adalah langkah sukses. Sepertinya, ia pun tak akan berhenti dengan satu Oscar saja.

Sukses adalah perjalanan laksana mendaki gunung. Perjalanan itu menanjak, tidak mudah. Jangan menyerah karena setiap langkah kita adalah satu langkah mendekat ke tujuan. Nikmati saja apa yang bisa dinikmati dalam setiap langkah kita.

Lalu yang terpenting, kita tidak berpuas diri ketika tujuan sudah tercapai. There is always one mountain left to climb.

Aksi Penolakan Pemutaran Film Pulau Buru Tanah Air Beta di Goethe Institute

film Pulau Buru Tanah Air Beta
Pulau Buru Tanah Air Beta


Aksi penolakan terhadap pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di Goethe Institute, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/3/2016), dinilai mirip dengan yang pernah terjadi saat berlangsungnya Belok Kiri Festival di Taman Ismail Marzuki, Cikini, beberapa waktu lalu. 

Ketua panitia pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta, Dita Caturani, mengatakan, kesamaan terletak pada munculnya larangan dari polisi setelah adanya protes dari sekelompok orang. "Spanduk dan banner-banner yang dipakai juga sama persis," kata Dita saat ditemui seusai pemutaran film itu di Kantor Komnas HAM, Rabu malam. 

Seperti diberitakan, pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta yang seharusnya diputar di Goethe Institute batal terlaksana. Penyebabnya karena adanya larangan dari kepolisian akibat penolakan sekelompok orang.

Pemutaran film yang disutradarai oleh Rahung Nasution itu akhirnya dipindah ke Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebanyak dua sesi pada petang tadi. 

Meski mendapat penolakan, Dita menyatakan, pihaknya akan terus mempromosikan film tersebut. "Kita ingin agar film ini diputar di mana-mana. Kita buktikan pada mereka bahwa kita ada dan berlipat ganda," ujar dia. 

Film Pulau Buru Tanah Air Beta bercerita tentang mantan tahanan politik kasus pemberontakan 1965 yang kembali lagi ke Pulau Buru, sebuah pulau di Maluku yang menjadi pulau tempat pembuangan orang-orang yang diduga terlibat pemberontakan 1965.

Mengidap HIV Charlie Sheen Tak Sanggup Nafkahi Anak Rp 729,4 Juta Per Bulan

Charlie Sheen Aktor
Charlie Sheen

Sejak mengaku mengidap HIV, Charlie Sheen mulai mengalami penurunan dalam hal finansial. Hal itu membuatnya tak sanggup menunaikan kewajibannya menafkahi anak-anak dari para mantan istri yang sudah diceraikannya. (16/3/2016)

Charlie mengajukan dokumen ke pengadilan untuk meminta pengurangan pemberian kewajiban nafkah anak kepada Denise Richards yang pada awalnya harus dibayarkan sebesar US $55 ribu (Rp 729,4 Juta).

Alasannya, sang aktor mengaku mengalami penurunan drastis dalam penghasilannya setiap bulan. Dokumen yang sama juga diajukan oleh Charlie awal bulan Maret 2016 ini kepada mantan istri ketiganya, Brooke Mueller. Dalam dokumen tersebut, bintang 'Two and a Half Men' itu saat ini 'hanya' mendapatkan penghasilan sebesar US $87,3 ribu per bulan setelah sebelumnya menghasilan US $613 ribu. Tak hanya itu, dalam wawancara dengan Matt Lauer beberapa waktu lalu,
 Namun hingga kabar ini diturunkan, masih belum ada respons, baik dari Denise maupun Brooke.

Charlie Sheen hingga kini sudah tiga kali menikah, dengan Donna Peele (1995-1996), Denise Richards (2002-2006) dan Brooke Mueller (2008-2011). Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai empat orang anak, Bob, Max, Lola Rose dan Sam

Charlie juga mengaku menghabiskan setidaknya US $25 ribu per bulan untuk biaya medis pengobatan HIV-nya yang tak bisa dibiayai oleh asuransi.

Kehidupan Artis Sheila Marcia Dulu dan Sekarang

Sheila Marcia kini

Sheila Marcia


Sheila Marcia Joseph dulu adalah artis yang termasuk populer karena sering main film dan sinetron bahkan nyanyi juga. Namun akhirnya karir cermerlangnya seolah raib setelah terkena kasus narkoba tahun 2008. 

Sheila Marcia sempat keluar bentar ndari penjara tapi begitu masuk bui lagi justru dalam keadaan hamil, awalnya dulu dirahasiakan tapi kemudian diumumkan juga siapa bapak kandung putri pertama Sheila Marcia, dia adalah Anji Drive

Satu hal yang aku masih terngiang-ngiang saat heboh Sheila dipenjara itu adalah perjuangan ibunya yang selalu suport Sheila. Setelah bebas dari penjara Sheila Marcia sudah tak aktif didunia hiburan dan nikah dengan Kiki Mirano dan dikarunia 2 anak, 

tapi belakangan ini kehidupan rumah tangganya dikabarkan retak karena Sheila milih tinggal di Bali sementara Kiki Mirano masih menetap di Jogja. Tapi yang menjadi perbincangan publik bukan kehidupan rumahtangganya sih, lalu apa? soal perubahan penampilan Sheila Marcia yang nampak makin kurus, banyak tato dengan tindik yang sangat jauh berbeda dengan penampilannya dulu ketika masih aktif didunia hiburan. Banyak sekali komentar yang prihatin dengan Sheila Marcia kini, 

mungkin ini adalah keputusan jalan hidupnya, mungkin dia lebih enjoy dengan dunianya saat ini jadi ya biarlah, do’ain yang baik-baik saja alias jangan dibully.

Sheila Marcia Joseph terbaru
Sheila Marcia Joseph
  kehidupan dunia artis memang tak selamanya moncer karena banyak kan orang-orang yang sebelumnya eksis tapi kemudian gak eksis lagi karena sudah terisi dengan wajah-wajah baru.