Sabtu, 06 Oktober 2012

Keputihan pada beberapa wanita dapat disebabkan oleh jamur, parasit dan bakteri. Biasanya, menimbulkan cairan kuning yang pekat kehijauan serta rasa gatal di kulit kemerahan dan bisa berlangsung beberapa hari atau minggu. Pengobatan keputihan karena jamur bisa dengan anti jamur. 
Keputihan tidak saja dialami oleh wanita dewasa, beberapa wanita muda atau remaja juga dapat mengalami hal tersebut. Seorang teman, menyampaikan keluhan putrinya yang mulai memasuki masa puber. Putrinya mengeluh gatal di daerah kewanitaannya, padahal dia selalu menjaga kebersihan organ intimnya. Yang menjadi pertanyaan, seberapa aman pembasuh Miss V untuk remaja yang mengandung susu?
Menurut dr. Sri Mulatsih, Sp.A(K) dari RS Dr. Sarjito, Yogyakarta, wanita secara normal memiliki discharge atau cairan yang keluar untuk melindungi dinding bagian dalam vagina. Cairan biasanya jernih atau kadang meninggalkan flek kekuningan di celana dalam. Meski kadang agak banyak, sebenarnya tidak perlu pengobatan khusus.
Secara medis, cairan pembersih alat kewanitaan sebaiknya hanya dipakai bila Miss V mengalami infeksi. Pembersih tidak dianjurkan secara rutin, namun bukan berarti pencuci Miss V tak layak digunakan. Fungsinya sebagai disinfektan tentu sangat bermanfaat. Obat pencuci Miss V cukup digunakan sekali seminggu.
Cara aman dan sederhana mencuci Miss V: gunakan air hangat, hindari pakaian dalam yang ketat, penggunaan panty liner jangan terlalu sering dan jangan menahan kencing. Air rebusan daun sirih bagus untuk menjaga kebersihan Miss V. Pembersih organ kewanitaan yang mengandung susu cukup baik, karena zat aktifnya mengurangi keputihan. Namun, bila mengalami keputihan yang tidak alamiah, dr. Sri Mulatsih menyarankan agar segera ke dokter.


EmoticonEmoticon