Selasa, 20 Maret 2012

Bisnis pun Butuh Cinta , All you need is love, love; love is all you need. Demikianlah sepenggal lirik lagu dari The Beatles. Grup band asal Inggris itu memang bukan konsultan bisnis saat menyanyikan lagu tersebut. Tapi liriknya bisa Anda terapkan untuk menjalankan bisnis.

Memang cinta itu selalu dibutuhkan di mana-mana, tak terkecuali di sebuah bisnis. Sebuah bisnis bisa berjalan lancar dan berkembang pesat jika ada cinta di dalamnya. Di hari kasih sayang ini, marilah kita melihat apa yang bisa cinta lakukan terhadap bisnis,
1. Cintai profesi anda

Jika anda punya hasrat dalam apa yang anda kerjakan, dan benar-benar menghargai setiap hal yang anda lakukan, maka profesi yang anda pilih bisa berkembang dengan baik. Anda akan memberikan energi positif, antusiasme dan kasih sayang kepada bisnis yang anda tekuni.

Semuanya akan membawa anda menghadapi semua cobaan yang bisa terjadi di perjalanan karir anda, mulai dari laporan yang menggunung sampai batalnya kesepakatan bisnis. Anda juga akan merasa termotivasi meski sedang menghadapi kegagalan, karena anda mencintai pekerjaan anda.

2. Cintai pelanggan anda

Tanpa pelanggan, anda tidak akan punya bisnis, tapi banyak dari kita yang tidak benar-benar mencintai para konsumen tersebut. Janganlah sering mengganggu mereka dengan sering bertanya apa yang mereka mau atau yang mereka butuhkan. Pada bulan penuh cinta ini, cari cara untuk bisa mengerti kebutuhan mereka tanpa berkomunikasi langsung.

3. Cintai karyawan anda

Bukan, maksudnya bukan anda harus mempunyai hubungan spesial antara bos dan karyawan, tapi cintailah mereka dengan cara menghormati, memperlakukan secara adil, menghargai kontirbusinya, biarkan mereka punya inisiatif, dan beri ucapan terima kasih setelah mereka bekerja keras.

Dengan kondisi ekonomi dunia yang masih krisis, para karyawan anda harus bekerja lebih keras lagi untuk menangkap semua kesempatan yang ada, jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan di masa seperti ini.

Menghormati karyawan tidak perlu dengan memberikan kenaikkan gaji atau bonus (meski itu akan lebih baik jika memungkinkan untuk dilakukan), cukup perlakukan mereka dengan adil itu lebih penting.

4. Cintai atasan anda

Jika anda tidak punya bisnis, tapi merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan, cobalah perbaiki hubungan antara anda dengan atasan. Apalagi jika perusahaan anda tidak besar, hubungan antara karyawan dan atasan sangat penting.

Bos anda mungkin lebih pusing karena harus memikirkan kelangsungan hidup perusahaan apalagi di masa krisis seperti sekarang ini. Bersikaplah lebih suportif, fleksibel dan energik terhadap pergerakan perusahaan. Kerahkan segala daya dan upaya supaya perusahaan anda tetap berkembang.

5. Cintai retailer, distributor dan tenaga penjual anda

Mereka inilah yang menjadi ujung tombak bisnis anda, mereka lah yang membawa produk anda ke hadapan pelanggan. Memang benar, kadang mereka bisa membuat anda frustasi (saat tidak bisa menjual lebih banyak barang). Terus beri mereka motivasi, dan bonus jika berhasil menembus target. Beri mereka arahan menuju sukses.

6. Cintai bankir anda

Jika anda ingin bankir mencintai anda (percayalah, anda pasti ingin), maka anda harus bisa membuat mereka mengerti mengenai apa yang terjadi di bisnis anda. Tetaplah berkomunikasi, beritahu mereka mengenai rencana bisnis sekaligus situasi keuangan anda.

Jadilah nasabah favorit di bank anda, walaupun anda cuma punya simpanan yang kecil. Dengan dipercaya oleh mereka, kesempatan untuk meminjam uang akan lebih mudah.

7. Cintai suplier anda

Suplier dengan tata cara pembayaran yang teratur sangatlah penting dalam pertumbuhan bisnis. Aturlah tata cara pembayaran dan pengiriman yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Jika anda mencintai mereka, maka mereka pasti akan mencintai anda.

Janganlah ditutup-tutupi jika anda sedang mengalami masalah keuangan, sehingga mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Biarkan mereka tahu perkembangan perusahaan anda sehingga mereka tak segan berbisnis dengan anda.

8. Cintai masa depan

Memang benar kita masih hidup dan berbisnis di masa kini, masa saat krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS), tapi untuk Asia masih bisa bernafas lega karena ekonomi masih berkembang. Maka dari itu, kita lah yang akan mengubah dunia, melalui berbagai bisnis yang kita lakukan, dan yang kita perlukan hanyalah cinta


EmoticonEmoticon