Sabtu, 16 Januari 2010

Berpacaran Dengan Cowok Lebih MudaAda beberapa faktor kecenderungan perempuan menyukai lelaki lebih muda. Sekarang ini, perempuan semakin mapan, sehingga mereka ingin sekali menunjukkan aktualisasi diri. Berdasarkan penelitian, semakin lama, perempuan makin terdorong menjadi seperti laki-laki, mempunyai bargaining position, punya power, dsb.

Dimana power mereka bisa terlihat? Tentunya pada pasangan yang jauh lebih muda. Selain itu, bisa juga perempuan mencari yang lebih muda karena faktor sulitnya mendapatkan pasangan yang selevel dengan status lajangnya. Selebihnya ini mungkin yang banyak terjadi-hanya untuk bersenang-senang.

Pasalnya, punya pasangan jauh lebih muda, bisa membuat awet muda karena hidup menjadi jauh lebih berirama. Sebetulnya, faktor usia pasangan tidak berpengaruh pada kebahagiaan pernikahan itu sendiri, kecuali perbedaan usianya sudah sangat jauh, misalnya di atas 10 tahun. Kalau perbedaannya masih sekitar 5 tahun, masih terbilang wajar. Hanya saja jika usia perempuannya lebih tua memang akan muncul beberapa kendala yang bakal di hadapi. Berikut ini tips mengenal kendala apabila Anda berpacaran dengan cowok yang lebih muda:

1. Kesabaran Anda Akan diuji. Anda akan sering mengalami proses belajar memahami dia. Dalam menghadapi persoalan, Anda dan pasangan mempunyai cara pandang yang berbeda. Anda lebih bersikap tenang, sedangkan dia cenderung lebih panik. Disinilah kesabaran Anda akan diuji.

2. Kecenderungan Berperan Sebagai 'Ibu' Seterusnya. Anda mulai bersikap seperti orang tua dan memperlakukan pasangan seperti seorang anak. Hati-hati saja Anda akan tergelincir pada peran ibu yang dimainkan. Padahal peran Anda di sini adalah sebagai kekasih, bukan ibunya.

3. Secara Financial Lebih Mapan. Superioritas finansial ini menjadikan Anda sebagai pengambil keputusan-keputusan penting, dari mulai menentukan tempat makan malam, membeli sesuatu, hingga tempat untuk menetap.

4. Anda Tergoda Untuk Mengaturnya (cenderung dominan). Karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki, Anda akan tergoda untuk ‘memaksakan kehendak’ kepada pasangan. Padahal, jika hubungan sudah didominasi oleh salah satu pasangan, berarti hubungan sudah tidak bisa dikatakan sehat lagi. Hubungan bisa berhasil jika keduanya memiliki saling pengertian. Anda tidak egois dan sebaliknya si dia juga tidak terlalu kekanak-kanakan serta memiliki tanggung jawab.


EmoticonEmoticon