Aku Cinta Kamu

KATA-KATA ROMANTISUntuk kesekian kalinya aku memandang foto kita, foto terakhir kita ketika duduk di bangku SMA. Di foto itu tidak hanya ada aku, dan kamu, tetapi juga seluruk teman sekelas kita. Aku dan kamu terpisah oleh raga teman-teman kita. Kamu berada tepat ditengah foto itu seolah olah kamu adalah fokus kamera sang fotografer sedang aku berada di belakang diantara teman-teman kita yang lainnya. Yah, kamu memang selalu menjadi pusat perhatian orang banyak, berbeda dengan diriku yang hampir selalu tersingkirkan.

Aku mencintaimu sejak dulu sampai saat ini, sampai aku ingin mati karena cinta ini semakin lama semakin membesar dan menyesakkan dada. Aku membutuhkanmu seperti aku membutuhkan udara untuk bernafas. Aku menginginkanmu seperti aku menginginkan kebaikan dalam hidupku. Yah, dan kamu adalah kebaikan itu.

Rena, aku masih ingat wajah cemberutmu saat engkau membeli rok abu-abu tetapi penjaga toko itu memberikan kau rok biru. Aku masih ingat pipi menggembungmu ketika engkau kesal terhadap penjaga toko sepatu ketika ia menanyakan mengapa engkau tak sekolah, padahal hari itu hari sabtu dan tidak ada kuliah. Aku masih ingat wajah berserimu ketika kamu menunjukan undangan pernikahanmu, dan aku masih ingat wajah sumringahmu ketika kamu memperlihatkan tanganmu yang salah satu jarinya dihiasi cincin lamaran. Bagaimana aku dapat melupakanmu, sedang wajahmu selalu hadir di benakku.

Aku kembali menatap foto itu, meraba wajah putihmu. Di foto itu kamu tersenyum, manis sekali. Hingga rasanya aku ingin mengecupmu, menculikmu, dan tak akan kubiarkan orang-orang memandang wajahmu agar mereka tidak gila sepertiku. Terserah kamu bilang aku apa, yang aku tahu aku mencintaimu hingga hampir gila.

Aku melanjutkan petualangan pikiranku sambil melihat-lihat foto kami yang lain. Yah, album foto ini telah usang, tetapi album foto ini sebagai tanda aku mengenalmu, sebagai tanda kamu mengenalku dan sebagai tanda bahwa kita saling mengenal. Album foto ini telah mencapai halaman terakhir, di halaman ini terdapat fotomu sendirian, tersenyum, cantik. Aku pun ikut tersenyum memandangnya, masa itu telah bergulir lima belas tahun yang lalu.

“ tok…tok…tok” pintu kamarku diketuk, sebuah kepala menyembul dari balik pintu “ sayang, makan malam sudah siap daritadi loh. Kasihan Arra sudah lama nunggu.” Lalu dia tersenyum.

Aku menggangguk, kemudian meletakkan album tersebut ketempat persembunyian rahasiaku agar istriku tidak mengetahui keberadaan album tersebut. Setelah itu aku beranjak dan merangkul istriku.

“ Rena aku cinta kamu” bisikku padanya.




0 comments:

Poskan Komentar

Aku Cinta Kamu